Motorola Banjir Kritik Akibat Kebijakan Update Android yang Membingungkan
Motorola menghadapi kritik keras setelah memberikan informasi pembaruan sistem operasi Android yang saling bertolak belakang pada produk Edge 70 Max.
Ilustrasi masalah inkonsistensi pembaruan sistem operasi Android pada perangkat smartphone baru Motorola
Inkonsistensi Janji Update Edge 70 Max
Situs resmi Motorola di Inggris menyebut ponsel Edge 70 Max akan menerima pembaruan keamanan hingga tahun 2031. Halaman tersebut juga menjanjikan dukungan Sistem Operasi atau OS hingga 3 tahun. Namun, bagian catatan kaki di situs yang sama justru menuliskan informasi yang berbeda.
Catatan kaki itu menjelaskan bahwa pengguna hanya mendapatkan 2 kali peningkatan OS dan 3 tahun pembaruan keamanan dari tanggal peluncuran global. Pernyataan ini jelas membantah janji dukungan keamanan hingga tahun 2031 yang ditulis sebelumnya. Inkonsistensi tersebut membuat konsumen kesulitan memegang komitmen pabrikan.
Perbedaan Kebijakan Pembaruan Antar Wilayah
Motorola berdalih bahwa kebijakan pembaruan perangkat lunak ini dapat berbeda di setiap wilayah pemasaran. Sebagai contoh, peluncuran Edge 70 Max di Swedia hanya menjanjikan pembaruan OS dan keamanan selama 3 tahun saja. Mereka menghapus informasi jaminan pembaruan hingga tahun 2031 di wilayah tersebut.
Kekacauan informasi ini semakin diperparah oleh data pada label EPREL Uni Eropa untuk perangkat yang sama. Label sertifikasi tersebut menyatakan bahwa perangkat akan menerima pembaruan hingga 7 tahun. Perbedaan klaim yang sangat jauh ini memicu keraguan besar dari para pengamat Teknologi.
Kinerja Buruk Distribusi Sistem Operasi
Masalah ini tidak hanya terjadi pada komunikasi tertulis melainkan juga pada realisasi pengiriman pembaruan. Motorola terkenal sangat lambat dalam membagikan Sistem Operasi Android versi terbaru ke ponsel pengguna. Banyak perangkat kelas atas mereka yang harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan giliran pembaruan.
Sebagai contoh, lini ponsel lipat Razr tahun lalu baru mendapatkan pembaruan Android 16 pada Februari silam. Keterlambatan tersebut dinilai sangat mengecewakan untuk ponsel kategori premium. Konsumen disarankan menganggap ponsel Motorola yang mereka beli sebagai produk apa adanya tanpa berharap banyak pada pembaruan masa depan.