19 July 2026 Tekno

OnePlus Resmi Tutup Operasional di AS dan Eropa

Merek ponsel OnePlus resmi menghentikan operasionalnya di wilayah Amerika Serikat dan Eropa. Perangkat yang ada akan beralih ke ColorOS mulai Android 17.

Merek ponsel OnePlus resmi menutup operasionalnya di pasar wilayah Amerika Serikat dan Eropa

Merek ponsel OnePlus resmi menutup operasionalnya di pasar wilayah Amerika Serikat dan Eropa

Produsen ponsel pintar menghentikan operasional bisnisnya di pasar Amerika Serikat dan Eropa secara resmi pada pekan ini. Penutupan layanan ini menandai berakhirnya kiprah brand independen yang dulu populer dengan julukan flagship killer.

Penutupan Operasional di Pasar Barat

Langkah penutupan pasar Amerika Serikat dan Eropa mengakhiri perjalanan panjang di industri ponsel global. Namun, pihak manajemen mempertahankan operasional bisnis di pasar India untuk sementara waktu.

Perusahaan memastikan akan terus memberikan dukungan pembaruan perangkat lunak bagi para pengguna setia. Seluruh lini ponsel akan bertransisi penuh menggunakan sistem operasi ColorOS mulai pembaruan 17.

Integrasi Penuh dengan Ekosistem Oppo

Analis menilai penghentian operasional ini terjadi setelah kehilangan identitas uniknya dalam beberapa tahun terakhir. Integrasi yang makin mendalam membuat produk menjadi identik dengan lini ponsel .

Penyatuan antarmuka dan strategi pemasaran memicu penurunan minat dari para penggemar setia. Peluncuran lini flagship terbaru gagal mempertahankan momentum kesuksesan yang pernah diraih seri sebelumnya.

Masa Depan Dukungan Perangkat Pengguna

Manajemen menjamin ketersediaan layanan purna jual dan garansi untuk konsumen yang telah membeli produk. Dukungan pembaruan keamanan berkala tetap berjalan sesuai jadwal yang tertera.

Langkah ini sekaligus mempertegas dominasi dalam mengelola portofolio merek di tingkat global. Struktur organisasi lini produk kini sepenuhnya berada di bawah kendali tim utama .

Agustinus Charly
Agustinus Charly
Analis keuangan dan kripto yang fokus pada perkembangan ekonomi digital dan teknologi blockchain. Berpengalaman sebagai analis di lembaga keuangan internasional.