Cavaliers Sudah Milik Donovan Mitchell dan Butuh Ruang Berkembang
Drama bursa transfer gratis atau free agency LeBron James terus menggelinding panas selepas kepergiannya dari Los Angeles Lakers. Meski banyak pihak romantis yang menginginkan King James menyudahi karier legendarisnya di Cleveland Cavaliers, langkah ini dinilai kurang bijak bagi masa depan kedua belah pihak.
Sejarah mencatat James sudah mempersembahkan gelar juara emosional bagi Cleveland pada 2016 lewat comeback legendaris dari ketertinggalan 3-1 atas Golden State Warriors. Namun, situasi Cavaliers saat ini sudah jauh berubah dan tim tersebut kini secara penuh telah menjadi wilayah kekuasaan milik Donovan Mitchell.
Baca Juga
Perpanjangan kontrak maksimal yang ditandatangani Mitchell membuktikan posisi sentralnya, ditambah rumor merapatnya James Harden yang akan menambah sesak lini serang Cleveland. Kedatangan LeBron di usia 41 tahun dikhawatirkan justru akan menyedot seluruh atensi media dan merusak ruang bernapas yang dibutuhkan Mitchell untuk memimpin tim.
Secara teknis, peran LeBron dipastikan merosot menjadi opsi ketiga di lapangan, sebuah peran yang tidak ideal mengingat sorotan publik terhadapnya tetaplah masif. Cleveland sebaiknya membiarkan memori manis gelar juara 2016 menjadi penutup kisah mereka hingga hari di mana jersei nomor 23 milik James resmi dipensiunkan di langit-langit arena.