Dedikasi Menghadirkan Hiburan Piala Dunia 2026 di Tengah Reruntuhan Gaza
Ratusan warga Palestina berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mohammed al-Wahidi (57), Direktur Humas Komite Relief Mesir di Gaza. Al-Wahidi gugur dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah taksi di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Tragisnya, serangan yang terjadi tepat menjelang laga sengit Mesir melawan Argentina ini juga menewaskan tiga orang lainnya, termasuk sepasang kakak beradik yang masih berusia 10 dan 8 tahun saat sedang melintas di lokasi kejadian.
Al-Wahidi dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati dan selalu berada di garda terdepan dalam membantu warga, mulai dari membersihkan puing-puing bangunan, membuka akses jalan yang terblokir, hingga mendirikan kamp pengungsian. Di tengah berkecamuknya konflik, ia melakukan inovasi luar biasa dengan memasang layar raksasa di area pengungsian agar ribuan pencinta sepak bola di Gaza tetap bisa menyaksikan dan mendukung timnas Mesir yang tampil impresif di Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya dihentikan oleh Argentina.
Baca Juga
Fawaz, putra mendiang Al-Wahidi, mengungkapkan bahwa ayahnya selalu bekerja tanpa lelah demi membawa sedikit kebahagiaan dan hiburan bagi warga yang menderita di tenda-tenda darurat. Dedikasi tersebut membuat kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam, yang puncaknya terlihat saat prosesi pemakaman di mana jenazah Al-Wahidi diarak dengan balutan bendera Palestina dan Mesir sebagai simbol penghormatan atas jasa-jasanya.
Aksi militer ini memicu protes keras dari pemerintah Mesir yang langsung melayangkan kecaman terhadap Israel karena terus mengabaikan keselamatan pekerja kemanusiaan. Meski kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah ditandatangani sejak Oktober 2025, data Kementerian Kesehatan setempat menunjukkan bahwa serangan udara sepihak masih terus terjadi dan telah merenggut setidaknya 1.092 nyawa warga Palestina selama periode jeda pertempuran tersebut.