Formula Cerdas Ancelotti Lindungi Energi Vinicius Saat Bertahan
Format baru Piala Dunia 48 tim membuat risiko tersingkir di fase grup sangat kecil, sehingga tim raksasa seperti Brasil bisa tampil lebih rileks di awal turnamen. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Selecao untuk mematangkan organisasi permainan mereka sekaligus membangun sebuah sistem yang menjadi 'zona nyaman' bagi sang motor serangan, Vinicius Jr.
Saat kehilangan bola, Ancelotti menerapkan skema pertahanan yang unik demi menghemat energi sang winger Real Madrid. Alih-alih meminta Vinicius turun menjemput bola, Lucas Paqueta atau Gabriel Martinelli yang ditugaskan menutup sisi kiri, sementara penyerang muda Rayan harus berlari jauh di sisi kanan dalam formasi solid 4-4-2 datar.
Baca Juga
Sistem ini membuat Vinicius bisa menghemat stamina dan langsung menjadi ancaman utama lewat serangan balik cepat begitu bola berhasil direbut kembali. Pemain bernomor punggung 7 ini diberikan kebebasan mutlak untuk mengeksploitasi ruang kosong antara bek tengah dan bek sayap kanan lawan, yang merupakan area favoritnya.
Pergerakan tanpa bola dari penyerang lain seperti Matheus Cunha dan tusukan Bruno Guimaraes terbukti sukses membuka ruang yang dicari Vinicius untuk mencetak gol. Kehadiran Neymar di bangku cadangan yang sempat menggantikan Cunha di laga terakhir diprediksi akan menjadi tantangan adaptasi berikutnya bagi Ancelotti dalam meramu lini depan.