Kerugian Celtics Lepas Jaylen Brown yang Sedang di Masa Emas
Langkah manajemen Boston Celtics di bursa transfer kali ini benar-benar mengejutkan banyak pihak. Keputusan menyepakati paket pertukaran yang mengirim Jaylen Brown ke Philadelphia 76ers demi mendatangkan Paul George dinilai sebagai keputusan yang sangat sulit dipahami secara logika olahraga.
Padahal, Brown baru saja menjalani musim terbaiknya dengan torehan rata-rata 28,7 poin, 6,9 rebound, dan 5,1 assist per gim saat menggantikan peran Jayson Tatum yang cedera. Meskipun Celtics juga mendapatkan kompensasi berupa beberapa hak pilih draf (draft picks), aset masa depan tersebut dianggap kurang bernilai mengingat Tatum dan Brown saat ini justru sedang berada di puncak keemasan karier mereka.
Baca Juga
Sebaliknya, Paul George datang ke Boston dengan usia yang lebih tua tujuh tahun dibandingkan Brown dan performa yang mulai menurun. Statistik mencatat George hanya mampu membukukan rata-rata 17,3 poin dan 5,3 rebound pada musim lalu, sebuah angka yang menunjukkan bahwa masa-masa kejayaannya di NBA sudah mulai terlewat.
Kombinasi baru antara Tatum dan George memang diprediksi masih mampu membawa Celtics menembus babak playoff. Kendati demikian, langit-langit prestasi atau batas kemampuan tertinggi tim asal Boston ini diyakini bakal merosot tajam tanpa kehadiran Brown, kecuali manajemen masih menyimpan rencana besar lain di bursa transfer mendatang.