Transisi Lapangan Tanah Liat ke Rumput Gagalkan Langkah Para Unggulan
Transisi dari lapangan tanah liat Roland Garros ke lapangan rumput London terbukti tidak pernah mudah bagi sebagian petenis top dunia. Meskipun jeda waktu turnamen telah diperpanjang menjadi tiga minggu, adaptasi kilat ini tetap memicu rentetan hasil tidak terduga pada babak awal Grand Slam kali ini.
Bintang muda Amerika Serikat, Ben Shelton, harus mengepak koper lebih awal setelah ditumbangkan petenis peringkat 140 dunia asal Finlandia, Otto Virtanen. Sempat unggul 2-1 dan memimpin 8-5 pada babak match tie break penentu, Shelton akhirnya menyerah secara dramatis dengan skor akhir 11-9 di fase krusial tersebut.
Baca Juga
Shelton mengaku ini adalah salah satu momen paling kelam dalam karier profesionalnya yang masih seumur jagung. "Saya tidak tampil maksimal dengan servis saya hari ini dan harus bekerja ekstra keras di setiap gim, sementara Otto bermain luar biasa dari garis belakang," ungkapnya pasca-laga.
Nasib sial juga menimpa semifinalis Roland Garros, Matteo Arnaldi, yang harus mengakhiri perjalanannya di tangan petenis peringkat 95 dunia, Quentin Halys. Petenis Prancis tersebut membungkam Arnaldi lewat pertarungan empat set 3-6, 6-1, 7-6 (5), dan 6-3 yang menegaskan bahwa rumput bukanlah permukaan favorit sang atlet Italia saat ini.