Kritik Tajam Taktik Thiaw dan Pensiun Massal Generasi Emas
Gelombang kejutan menghantam sepak bola Senegal tak lama setelah skuad Lions de la Teranga dipastikan angkat koper dari Piala Dunia 2026. Melalui akun media sosial pribadinya, gelandang Pape Gueye langsung melempar kritik pedas dan menegaskan dirinya akan menepi sementara waktu dari tim nasional selama jajaran tim pelatih saat ini tidak diganti. Pernyataan frontal mantan pemain Marseille ini menjadi puncak dari rasa frustrasi yang tersimpan di dalam ruang ganti.
Ketegangan ini disinyalir berakar dari keputusan taktis pelatih Pape Thiaw saat Senegal ditumbangkan Belgia dengan skor 2-3 lewat babak perpanjangan waktu. Thiaw dinilai terlalu memaksakan para pemain senior yang mulai kehabisan bensin, seperti Idrissa Gana Gueye yang sudah menginjak usia 36 tahun dan Sadio Mane, ketimbang memberikan menit bermain lebih kepada para pilar muda yang sedang dalam performa menanjak.
Baca Juga
Meski Thiaw sempat dipuji berkat prestasinya di Piala Afrika lalu, blunder kiper Mory Diaw dan kegagalan pergantian pemain di Piala Dunia kali ini membuat posisinya kini berada di ujung tanduk. Gana Gueye sendiri sempat membela peran para pemain senior yang menurutnya hanya berusaha menjaga keharmonisan tim, namun arus perubahan tampaknya sudah tidak bisa dibendung lagi di dalam tubuh skuad.
Kegagalan di turnamen akbar ini diprediksi menjadi akhir dari sebuah era emas bagi sepak bola Senegal karena nama-nama besar seperti Kalidou Koulibaly, Edouard Mendy, dan Gana Gueye berpotensi besar untuk pensiun dari panggung internasional. Di tengah isu perombakan total, Federasi Sepak Bola Senegal kini dirumorkan mulai berburu juru taktik baru, dengan nama mantan pemain nasional Habib Beye mencuat sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Thiaw.