Servis Maut Jadi Penyelamat Jannik Sinner di Rumput Wimbledon
Setelah dipaksa bermain lima set pada laga pembuka Wimbledon 2026, Jannik Sinner kembali menghadapi ujian berat di putaran kedua. Meski berhasil menang tanpa kehilangan set, petenis asal Italia ini belum sepenuhnya keluar dari performa minor yang membayangi laga sebelumnya.
Menghadapi Nuno Borges, Sinner harus memeras keringat untuk mengamankan skor ketat 7-6(4), 7-6(2), dan 6-4. Kemenangan ini sekaligus menobatkan Sinner sebagai petenis putra Italia dengan kemenangan Grand Slam terbanyak, melampaui rekor legendaris milik Nicola Pietrangeli yang mengoleksi 94 kemenangan.
Baca Juga
Borges tampil solid dengan memanfaatkan kelemahan Sinner dan bahkan sempat unggul 5-3 serta meraih set point pada set kedua. Namun, efektivitas servis Sinner yang mencatatkan 22 'aces' hanya dalam tiga set menjadi pembeda krusial saat momen-momen kritis di lapangan.
Pada babak ketiga, petenis unggulan utama ini bakal ditantang oleh wakil Amerika Serikat, Jenson Brooksby, yang lolos setelah menumbangkan Ignacio Buse secara meyakinkan. Brooksby mengaku sangat antusias dan tidak gentar menghadapi tantangan besar melawan peringkat satu dunia di lapangan utama.