Protes Keras Luka Modric dan Zlatko Dalic Terhadap Wasit
Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, dipaksa menyudahi laga terakhirnya di panggung Piala Dunia dengan rasa kecewa yang mendalam. Ketika Kroasia tertinggal 1-2 dari Portugal di masa injury time, Josko Gvardiol sejatinya sukses menjebol gawang lawan pada menit ke-90+13 untuk memaksakan babak perpanjangan waktu. Namun, setelah intervensi VAR, wasit asal Norwegia Espen Eskas menganulir gol tersebut karena sang pemberi umpan, Mario Pasalic, berada dalam posisi offside setelah bola terbukti menyentuh ujung rambut Igor Matanovic.
Teknologi canggih yang diadopsi dari olahraga kriket ini pertama kali diperkenalkan FIFA pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Berkat cip sensor mikro yang tertanam di dalam bola, sistem mampu mendeteksi momen kontak sekecil apa pun dengan akurasi super tinggi, termasuk gesekan tipis pada rambut pemain. Matanovic sendiri mengakui bahwa dirinya merasakan kontak halus di kepalanya, meski ia tidak yakin seratus persen sebelum wasit menjelaskan keberadaan cip pelacak tersebut.
Baca Juga
Keputusan ini memicu amarah Luka Modric yang menilai kepemimpinan wasit sangat merugikan timnya, terlebih setelah Portugal juga mendapat hadiah penalti yang kontroversial. "Banyak hal tak masuk akal terjadi di lapangan, kami sudah melihat tayangan ulang dan tidak ada bukti kuat bahwa bola benar-benar menyentuh rambutnya," ujar peraih Ballon d Or 2018 itu dengan nada geram. Sang pelatih, Zlatko Dalic, juga tak ketinggalan mengecam performa perangkat pertandingan yang dianggapnya sangat buruk.
Melalui pernyataan resmi di media sosial X, FIFA langsung membela keputusan wasit dengan merilis data dari teknologi Connected Ball pada bola resmi Trionda. Sensor IMU (Inertial Measurement Unit) terbukti menangkap sinyal sentuhan dari Matanovic yang otomatis membuat posisi Pasalic menjadi offside. Sebelum insiden ini, teknologi Snicko juga sempat menjadi sorotan saat mengesahkan gol Swedia ke gawang Tunisia di fase grup, serta menganulir gol Romelu Lukaku di Euro dua tahun lalu akibat handball.