Perubahan Taktik 4-4-2 dan Masa Depan CR7 di Selecao
Cristiano Ronaldo sukses mencetak gol penalti pada menit ke-68 dan membawa pulang trofi pemain terbaik, namun performanya di lapangan kali ini jauh dari kata memuaskan. Dalam laga sengit yang berlangsung di Toronto, pelatih Roberto Martinez mengambil keputusan besar dengan menarik keluar sang kapten pada menit ke-81 saat lini tengah Selecao mulai kedodoran menghadapi tusukan tajam Kroasia.
Keputusan taktis tersebut terbukti sangat jitu setelah Martinez mengubah formasi menjadi 4-4-2 untuk meningkatkan intensitas tekanan. Hasilnya, Goncalo Ramos yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memecah kebuntuan lewat sundulan mematikan pada masa injury time (90+3') sekaligus mengunci kemenangan krusial bagi Selecao das Quinas.
Baca Juga
Sepanjang babak pertama, Ronaldo kesulitan menemukan ruang tembak dan hanya menyentuh satu bola di dalam kotak penalti lawan di luar eksekusi penalti. Meski mencatatkan gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia sepanjang karier, mantan penyerang Real Madrid ini terbukti mulai kesulitan mengimbangi ritme pressing tinggi yang diterapkan oleh rekan-rekan setimnya.
Usai pertandingan, megabintang berusia 41 tahun tersebut langsung membantah rumor pensiun dini yang sempat diembuskan oleh sang kakak, Katia, di media sosial. CR7 menegaskan bahwa keputusan terkait masa depan karier internasionalnya baru akan diambil secara matang setelah seluruh rangkaian turnamen akbar ini selesai.