Skenario Sengit Laga Pamungkas dan Sejarah Baru Cristiano Ronaldo
Panggung babak 32 besar Piala Dunia 2026 segera mencapai puncaknya pada Jumat waktu setempat. Setelah Spanyol, Portugal, dan Swiss memastikan diri lolos, kini tersisa tiga slot kosong untuk menggenapi babak 16 besar. Tiga pertandingan penentu akan digelar malam ini, dibuka dengan bentrokan sengit antara Australia melawan Mesir di Stadion Dallas, disusul duel sang juara bertahan Argentina yang ditantang tim debutan Tanjung Verde di Miami, serta laga penutup antara Kolombia menghadapi Ghana di Kansas City.
Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, duel Australia versus Mesir menjadi partai yang paling sulit ditebak dengan peluang menang Mesir sebesar 38,6 persen berbanding 30,4 persen milik Socceroos. Sementara itu, Argentina menjadi favorit mutlak dengan peluang menang hingga 81 persen atas Tanjung Verde yang baru pertama kali lolos ke fase gugur. Di laga lain, Kolombia juga lebih diunggulkan sebesar 64,8 persen untuk menumbangkan Ghana, mengingat rekor apik Los Cafeteros yang selalu menang dalam empat laga terakhir melawan tim asal Afrika.
Baca Juga
Di luar ketatnya persaingan berburu tiket, sejarah besar baru saja tercipta lewat aksi Cristiano Ronaldo. Megabintang berusia 41 tahun tersebut sukses mencetak gol perdana sepanjang kariernya di fase gugur Piala Dunia lewat titik putih, saat membantu Portugal menang tipis 2-1 atas Kroasia. Torehan ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah babak gugur turnamen ini, sebelum Goncalo Ramos mengunci kemenangan dramatis Selecao das Quinas lewat gol sundulan di masa injury time.
Ketika Portugal bersiap menghadapi Spanyol di babak berikutnya, nasib kontras justru dialami oleh wakil Afrika yang bertumbangan di mana hanya Maroko yang sejauh ini berhasil lolos ke 16 besar setelah Senegal, Aljazair, dan Pantai Gading pulang lebih awal. Di sisi lain, atmosfer panas sudah menunggu Inggris yang lolos setelah bersusah payah membungkam Kongo 2-1; Harry Kane dan kolega kini harus bersiap menghadapi tekanan suporter Meksiko sekaligus tantangan bermain di ketinggian ekstrem Stadion Azteca.