Kontroversi Folarin Balogun Jadi Bahan Bakar Kemenangan Setan Merah
Mimpi Amerika Serikat untuk melangkah jauh di rumah sendiri hancur lebur di tangan Belgia. Bertanding di Seattle, skuad asuhan Mauricio Pochettino harus mengakui keunggulan telak tim tamu dengan skor 1-4. Laga ini tidak hanya menyajikan drama di dalam lapangan, tetapi juga memicu gelombang ejekan di media sosial akibat kontroversi intervensi politik yang melibatkan Presiden AS, Donald Trump, terkait hukuman pemain.
Charles De Ketelaere menjadi bintang dengan memborong dua gol, diawali dengan sontekan mudah di menit ke-9 memanfaatkan kelengahan lini belakang AS. Hans Vanaken kemudian menggandakan keunggulan setelah menghukum blunder fatal penjaga gawang tuan rumah, sebelum bomber gaek Romelu Lukaku mengunci kemenangan lewat gol keempat yang memastikan Setan Merah melenggang ke perempat final pertama mereka dalam 24 tahun.
Baca Juga
Suasana memanas sebelum laga dimulai setelah FIFA secara kontroversial menangguhkan sanksi larangan bertanding satu laga bagi striker AS, Folarin Balogun. Keputusan ini memicu kemarahan fans Belgia yang meneriakkan yel-yel "FIFA Mafia" di Stadion Lumen Field. Kapten Belgia, Youri Tielemans, mengakui bahwa situasi tersebut justru membakar semangat timnya untuk membuktikan kualitas dan mencari keadilan langsung di atas lapangan hijau.
Meski mendapat dispensasi khusus untuk bermain sejak menit awal, Balogun tampil terisolasi dan gagal memberikan dampak berarti sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-92. Kemenangan meyakinkan ini mengantarkan Belgia ke babak perempat final untuk menantang Spanyol dalam laga krusial yang akan digelar di Los Angeles pada Jumat mendatang.