Tuduhan Akting dan Protes Keras Aturan Medis Wimbledon
Petenis asal Spanyol, Alejandro Davidovich, harus menyudahi kejutannya di All England Club setelah berjuang selama empat setengah jam melawan unggulan keempat dunia, Felix Auger-Aliassime. Meski kalah, Davidovich meninggalkan turnamen dengan kepala tegak setelah mengemas delapan kemenangan beruntun di lapangan rumput, termasuk gelar perdananya di Mallorca sebelum mendarat di London.
Namun, laga sengit ini dinodai ketegangan di akhir pertandingan saat Auger-Aliassime menolak berjabat tangan dengan hangat di net. Petenis Kanada itu menuduh Davidovich sengaja mengulur waktu dan memanfaatkan celah regulasi dengan memanggil tim medis (physio) tepat saat dirinya bersiap melakukan servis krusial untuk mengunci kemenangan di set keempat.
Baca Juga
Auger-Aliassime tidak menyembunyikan kekesalannya dan melontarkan kritik tajam kepada media terkait regulasi turnamen. "Kalau Anda benar-benar cedera, Anda mundur. Membawa tim medis masuk ke lapangan di tengah-tengah servis lawan adalah aturan yang memalukan, saya tidak tahu ada olahraga lain yang membolehkan hal itu terjadi," ketusnya.
Davidovich langsung meluruskan situasi tersebut dan mengonfirmasi bahwa ia memang menderita cedera pergelangan kaki kiri yang kambuh sejak turnamen di Stuttgart. Petenis Andalusia itu menjelaskan bahwa ia akan segera menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui tingkat keparahan cederanya yang didapat sejak sesi latihan di Monte Carlo.