18 July 2026 Politik

Dosen UGM Somasi Pengancam Usai Kritik Menteri PU Anies Beri Hormat

Dosen Hukum UGM Nabiyla Risfa Izzati melayangkan somasi terhadap nomor misterius yang mengancam dirinya setelah mengkritik Menteri PU Dody Hanggodo.

Tangkapan layar cuitan somasi terbuka dari Dosen Hukum UGM Nabiyla Risfa Izzati di platform X

Tangkapan layar cuitan somasi terbuka dari Dosen Hukum UGM Nabiyla Risfa Izzati di platform X

Dosen Hukum Universitas Gadjah Mada Nabiyla Risfa Izzati mengirimkan somasi kepada nomor tidak dikenal yang diduga mengirim pesan ancaman kepadanya pada Jumat, 17 Juli 2026. Ancaman tersebut muncul setelah Nabiyla melontarkan kritik keras terhadap Menteri Pekerjaan Umum di media sosial.

Anies Baswedan Beri Apresiasi Tinggi

Langkah berani Nabiyla Risfa Izzati langsung memicu reaksi positif dari berbagai pihak di media sosial. Mantan Gubernur DKI Jakarta secara terbuka menyampaikan rasa hormatnya atas tindakan tegas sang dosen.

Anies menilai tindakan ini sebagai contoh nyata untuk melawan segala bentuk penyimpangan demokrasi di Indonesia. Melalui akun X miliknya, Anies menulis, "Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!"

Bagikan Dokumen Somasi Secara Terbuka

Nabiyla membagikan isi surat somasi tersebut secara terbuka melalui akun X pribadinya agar bisa menjadi rujukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak hukum untuk melawan intimidasi tanpa harus bergantung pada firma hukum besar.

Sang dosen hukum menjelaskan masyarakat tidak perlu takut mengambil langkah hukum jika berada di posisi yang benar. Nabiyla menyatakan, "Somasi ini bisa dikirim sendiri oleh orang pribadi ya. Diadopsi saja substansinya. Ini kebetulan saya banyak rekan di firma hukum, jadi bisa cepat dibantu. Tapi kita semua bisa lawan, jangan takut kalau memang benar."

Kronologi Teror dan Bocoran Data Pribadi

Kasus ini bermula saat Nabiyla mengomentari isu dugaan mutasi sepihak seorang aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Pejabat yang disasar dalam kritik tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum .

Nabiyla menulis cuitan yang menyarankan agar pejabat yang berlaku zalim digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Tak lama setelah itu, ia menerima pesan WhatsApp misterius yang mendesak penghapusan cuitan tersebut sembari melampirkan data pribadi seperti nomor induk kependudukan hingga lokasi gawai miliknya.

Redaksi Canteen Davis
Redaksi Canteen Davis
Tim redaksi Canteen Davis yang terdiri dari jurnalis dan editor berpengalaman. Kami berkomitmen menyajikan berita akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.