Kebakaran Rumah Kontrakan Sunter Jaya, Kerugian Capai Rp400 Juta
Kebakaran melanda rumah kontrakan dua lantai di Sunter Jaya, Jakarta Utara. Kerugian mencapai Rp400 juta dan tidak ada korban jiwa.
Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api pada bangunan dua lantai yang terbakar di Sunter
Penyebab Kebakaran Kontrakan
Petugas menduga Kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Korsleting tersebut muncul pertama kali dari lantai dua bangunan rumah. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara Gatot Sulaeman berkata, "Dugaan api berasal dari Korsleting Listrik lantai dua."
Lantai dua bangunan yang terbakar merupakan area kontrakan dengan enam kamar tidur. Luas bangunan yang terbakar secara keseluruhan mencapai 120 meter persegi. Lantai satu dan dua bangunan tersebut masing-masing memiliki dimensi ukuran 6 x 10 meter.
Proses Pemadaman Api
Petugas pemadam Kebakaran menerima laporan musibah tersebut pada pukul 09.06 WIB. Tim pemadam langsung bergerak dan memulai operasi pemadaman di lokasi pada pukul 09.15 WIB. Petugas mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dan 35 personel ke lokasi kejadian.
Tim di lapangan berhasil melokalisasi perambatan api sekitar pukul 09.30 WIB. Proses pendinginan kemudian dilakukan hingga pukul 09.49 WIB guna memastikan tidak ada perambatan baru. Gatot menegaskan, "Pemadaman berhasil dilaksanakan oleh petugas dengan kondisi aman."
Penyelamatan Korban Jiwa
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa Kebakaran ini. Satu kepala keluarga dengan total enam jiwa berhasil dievakuasi dengan selamat dari lokasi. Seluruh penghuni kontrakan langsung diarahkan ke tempat yang lebih aman.
Petugas resmi menyelesaikan seluruh operasi pemadaman pada pukul 10.22 WIB. Berikut adalah rincian data penanganan musibah Kebakaran yang terjadi di Sunter Jaya ini.
Bagaimana langkah antisipasi Pemprov DKI Jakarta menekan angka Kebakaran pemukiman? Kasus Korsleting Listrik masih mendominasi pemicu Kebakaran di perkotaan. Mampukah edukasi instalasi listrik mandiri menjangkau seluruh penghuni kontrakan padat penduduk?