Upaya Rahasia RFEF Merayu La Pulga di La Masia
Bayangkan jika Lionel Messi memilih berseragam Timnas Spanyol, peta kekuatan sepak bola dunia pasti akan berubah total. Di awal tahun 2000-an, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mencium bakat luar biasa dari seorang bocah kidal berusia 14 tahun di tim kadet Barcelona. Gines Melendez, pelatih Spanyol U-16 kala itu, mendapat laporan langsung dari pelatih La Masia, Alex Garcia, yang terpukau dengan kemampuan magis sang pemain. RFEF pun bergerak senyap untuk merayunya agar mau membela La Roja di Piala Dunia U-17 2003.
Namun, setiap pendekatan yang dilakukan Spanyol selalu berujung penolakan karena Messi dan keluarganya hanya ingin bermain untuk Argentina. Ironisnya, saat itu Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan belum mengetahui keberadaan Messi yang sudah merantau ke Katalunya sejak usia 13 tahun. Titik balik terjadi pada akhir tahun 2002 ketika pelatih Timnas Argentina, Marcelo Bielsa, melakukan tur ke Eropa dan asistennya, Claudio Vivas, disodori sebuah kaset VHS oleh agen Horacio Gaggioli di sebuah hotel dekat Camp Nou.
Baca Juga
Kaset rekaman dari Barca TV tersebut berisi aksi-aksi memukau Messi yang sedang melewati tiga hingga empat pemain lawan dengan kecepatan luar biasa. Vivas sempat mengira video tersebut dipercepat, namun setelah menyadari itu adalah kecepatan aslinya, Bielsa langsung menyebut bocah itu sebagai seorang fenomena. Sekembalinya ke Argentina, staf kepelatihan langsung berkoordinasi dengan Hugo Tocalli yang menangani tim muda, serta melibatkan manajer historis AFA, Omar Souto, untuk meyakinkan keluarga Messi lewat telepon bahwa kesempatan membela tanah air akan segera datang.
Demi mengunci komitmen sang pemain dari kejaran Spanyol, AFA akhirnya menggelar dua laga persahabatan darurat untuk tim U-20 pada musim panas 2004. Berdasarkan regulasi FIFA saat itu, penampilan tersebut akan menutup peluang Messi membela negara lain seumur hidup. Pada 29 Juni 2004, Messi masuk di babak kedua melawan Paraguay, mencetak gol dalam kemenangan 8-0, dan memulai sejarah panjangnya sebelum akhirnya membawa Argentina merajai kompetisi usia muda hingga level senior.