Analisis Grup Neraka Hingga Jalur Mulus Para Raksasa
Edisi terbaru pesta sepak bola terakbar ini dipastikan berjalan lebih masif karena melibatkan kontestan terbanyak sepanjang sejarah. FIFA menerapkan sistem bagan mirip turnamen tenis guna memastikan empat tim peringkat teratas dunia—Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris—tidak akan saling menjegal sebelum babak semifinal, dengan catatan mereka mampu mengamankan status sebagai juara grup di fase awal.
Grup I langsung menyandang predikat grup neraka karena dihuni oleh tim-tim dengan rata-rata peringkat FIFA tertinggi. Prancis yang memburu final ketiganya secara beruntun bakal mendapat ujian berat dari kekuatan utama Afrika, Senegal, serta tim kejutan Norwegia yang diperkuat bomber maut Erling Haaland, sementara Irak siap menjegal sebagai tim yang paling kenyang pengalaman di fase kualifikasi.
Baca Juga
Di sisi lain, tim-tim besar seperti Inggris dan Brasil mendapatkan tantangan menarik di grup masing-masing. "The Three Lions" akan langsung bentrok dengan Kroasia dalam laga pembuka Grup L di bawah komando taktis Thomas Tuchel, sedangkan Brasil yang kini ditangani Carlo Ancelotti diprediksi akan bersaing ketat dengan juara Piala Afrika, Maroko, untuk berebut posisi puncak di Grup C.
Nasib mujur tampaknya berpihak pada sang juara bertahan, Argentina, yang tergabung di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan Yordania, membuat armada Lionel Messi di atas kertas bisa melaju mulus. Dua tim teratas dari setiap grup akan langsung mengantongi tiket otomatis ke babak 32 besar, yang nantinya digenapi oleh delapan tim peringkat ketiga terbaik melalui kalkulasi poin yang ketat.