Provokasi Politik di Atlanta dan Serangan Botol Bir di Miami
Sorotan tajam kini tertuju pada perjalanan Argentina dalam mempertahankan gelar juara mereka di Piala Dunia 2026. Di balik kesuksesan Lionel Messi dan kawan-kawan melaju ke babak perempat final, perilaku sebagian suporter mereka justru memicu kontroversi besar. Sejumlah laporan dari basis fans Mesir dan Tanjung Verde mengungkapkan adanya tindakan intimidasi fisik hingga ejekan rasial yang mencederai nilai-nilai sportivitas.
Saat Argentina menang dramatis atas Mesir di Atlanta, oknum suporter Albiceleste terekam kamera melemparkan bir ke arah tribune fans Mesir setelah menyamakan kedudukan. Situasi semakin memanas ketika beberapa suporter Argentina sengaja mengibarkan bendera Israel ke arah staf pelatih Mesir saat meninggalkan lapangan. Provokasi ini diduga kuat sengaja ditujukan kepada pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang dikenal sangat vokal menyuarakan dukungannya bagi kemerdekaan Palestina.
Baca Juga
Kejadian serupa dialami suporter Tanjung Verde saat timnya memberikan perlawanan sengit di Miami pada babak 32 besar lalu. "Jumlah kami jauh lebih sedikit, dan mereka melempar botol ke arah kami setiap kali tim kami mencetak gol," ujar seorang suporter yang enggan disebutkan namanya kepada Al Jazeera. Tekanan psikologis di luar lapangan ini dinilai mencoreng atmosfer pesta sepak bola yang seharusnya menyatukan berbagai negara.
Di sisi lain, FIFA langsung bergerak cepat menyelidiki kasus rasialisme yang menimpa selebritas internet global, IShowSpeed, saat menyaksikan laga Argentina kontra Tanjung Verde di Miami. Seorang oknum fans beratribut Argentina terekam melontarkan ejekan bernada rasial dalam bahasa Spanyol yang menyuruhnya "pergi menangis ke kebun binatang". FIFA menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi siapa pun yang merusak nilai keberagaman dan rasa hormat di turnamen akbar ini.