Tantangan Besar Mohamed Salah Hapus Keraguan Publik Mesir
Ekspektasi tinggi selalu mengiringi langkah Mohamed Salah setiap kali berseragam Timnas Mesir. Meski sukses mengantarkan negaranya mentas di panggung Piala Dunia 2026, capaian penyerang lubang ini kerap dibanding-bandingkan dengan skuad legendaris era 2006-2010 yang sukses menyabet tiga gelar Piala Afrika beruntun, walaupun generasi terdahulu tersebut selalu gagal menembus kualifikasi Piala Dunia.
Beban sejarah ini kian berat lantaran Salah kerap dianggap bertanggung jawab atas paceklik gelar Mesir di kancah Afrika sejak 2010. Kritik tajam sempat memuncak saat ia gagal mengeksekusi penalti dalam laga krusial, hingga keputusannya pulang lebih awal ke Liverpool untuk pemulihan cedera pada Piala Afrika 2023 lalu yang memicu kontroversi panas di ruang publik.
Baca Juga
Hubungan Salah dengan tim nasional mulai menemui titik balik positif sejak kursi kepelatihan diambil alih oleh striker legendaris Hossam Hassan. Pendekatan emosional Hassan yang memahami betul tekanan mental sebagai bintang utama berhasil membangkitkan performa Salah, hingga membawa tim berjuluk The Pharaohs melaju tak terkalahkan di babak kualifikasi menuju Amerika Serikat.
Kini Mesir bersiap menantang juara bertahan Argentina di babak 16 besar setelah melewati laga dramatis melawan Australia lewat babak adu penalti. Legenda Mesir, Mohamed Aboutrika, bahkan memuji skuad saat ini sebagai tim yang mencetak sejarah baru, meskipun para pengamat menilai armada Hossam Hassan masih menyimpan celah kerapuhan di lini belakang.