Krisis Grand Slam Daniil Medvedev Berlanjut Usai Ditumbangkan Jan-Lennard Struff
Pernah digadang-gadang sebagai penguasa baru jagat tenis putra setelah era Big Three melandai, Daniil Medvedev justru kian terpuruk di panggung Grand Slam. Petenis yang sempat menggagalkan kalender Grand Slam Novak Djokovic pada 2021 lalu itu kini harus menyudahi langkahnya lebih awal di rumput All England Club London. Hasil minor ini memperpanjang tren negatifnya yang kerap rontok di pekan pertama turnamen mayor.
Setelah sempat bersusah payah meladeni Dani Merida di babak sebelumnya, performa Medvedev benar-benar antiklimaks saat bersua Jan-Lennard Struff. Petenis asal Rusia ini dipaksa menyerah tiga set langsung dari wakil Jerman berperingkat 74 dunia tersebut lewat duel ketat yang berakhir dengan skor 7-6(4), 7-6(5), dan 7-5. Struff tampil jauh lebih klinis dan solid dalam mengamankan poin-poin krusial sepanjang laga.
Baca Juga
"Service saya berhasil dipatahkan di setiap set. Ini soal bagaimana mencari solusi di atas lapangan untuk menang, dan saya gagal menemukannya hari ini. Saya sangat kecewa karena merasa bisa melangkah jauh di Wimbledon tahun ini," ungkap petenis asal Moskow tersebut dengan nada frustrasi. Medvedev mengakui penampilannya di babak tie-break tidak berjalan sesuai rencana dan sang lawan memang bermain lebih baik.
Kegagalan ini membuat torehan terbaik Medvedev dalam dua musim terakhir di level Grand Slam hanya mentok di babak 16 besar Australia Terbuka. Meski sempat bangkit dengan merengkuh trofi di Dubai serta tampil apik di Masters 1000 Indian Wells dan Roma awal tahun ini, kutukan turnamen mayor belum juga hilang. Medvedev kini memilih melewatkan turnamen lapangan tanah liat demi mempersiapkan diri menghadapi musim lapangan keras di Amerika Utara yang dimulai pada ajang ATP 500 Washington.