Alasan di Balik Keretakan Hubungan Paris FC dan Antoine Kombouare
Kombouare sebenarnya berhasil membawa Paris FC finis apik di Ligue 1 musim lalu, termasuk membungkam tetangga mereka, PSG, dengan skor 2-1 pada laga pamungkas. Manajemen klub awalnya berniat mempertahankan pelatih asal Prancis itu. Namun, situasi mendadak berubah setelah kedua belah pihak mengadakan pertemuan intensif untuk membahas masa depan tim.
Keretakan bermula saat Kombouare meminta perpanjangan kontrak satu tahun ekstra sebagai jaminan kepercayaan, atau opsi bonus besar jika tim menembus kompetisi Eropa. Manajemen Paris FC menilai tuntutan tersebut berlebihan karena kontrak lama baru saja diteken empat bulan lalu. Negosiasi yang buntu membuat hubungan kedua pihak mendingin hingga memicu pencarian manajer baru.
Baca Juga
Sebelum menjatuhkan pilihan pada Rosenior, direktur olahraga Paris FC sempat mendekati Pierre Sage dan Bruno Genesio, namun keduanya masing-masing telah sepakat menuju Crystal Palace dan Marseille. Nama Walid Regragui juga sempat masuk radar, tetapi profil Rosenior dinilai lebih matang dan sangat mengenal atmosfer kompetisi domestik Prancis.
Rosenior yang baru berusia 42 tahun dianggap lebih selaras dengan visi jangka panjang klub dan mendapat lampu hijau dari Red Bull selaku mitra strategis. Di sisi lain, Kombouare sejatinya rela bertahan meski hanya menyisakan satu tahun kontrak, tetapi manajemen Paris FC sudah bulat untuk membuka lembaran baru bersama taktik segar dari pelatih asal Inggris tersebut.