Pernyataan Emosional Ronaldo Mengenai Pensiun dan Tekanan Media
Kapten timnas Portugal itu menunjukkan aksi teatrikal selama dua puluh menit menggunakan tiga bahasa berbeda di hadapan media. Menjelang laga hidup mati kontra Spanyol, Ronaldo secara terbuka menantang para pengkritik yang terus mempertanyakan kapasitasnya di usia 41 tahun. Penyerang legendaris ini bahkan sengaja menunjuk jurnalis yang diketahui tidak menyukainya untuk mengajukan pertanyaan pertama.
Ronaldo menegaskan bahwa dirinya yang memegang kendali penuh atas karier internasionalnya, bukan desakan dari opini publik atau media massa. Ia merasa sudah memberikan segalanya untuk Selecao das Quinas sejak usia 18 tahun, baik saat menjadi starter maupun dari bangku cadangan. Baginya, fokus utama saat ini adalah membawa Portugal melaju lebih jauh di turnamen akbar empat tahunan ini.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, CR7 juga mengenang mendiang Diogo Jota dengan emosional dan menyebut edisi kali ini sebagai Piala Dunia yang paling berkesan dari sisi ikatan emosional dengan suporter. Ia menyatakan tidak merasa tertekan meski belum pernah mengangkat trofi emas ini sepanjang kariernya. Menurutnya, pencapaian luar biasa yang sudah ia raih selama ini sudah lebih dari cukup dan tidak akan mengubah warisannya di dunia sepak bola.
Mantan bintang Real Madrid itu menutup sesi dengan mengingatkan bahwa ketajamannya di depan gawang belum habis setelah berhasil mengemas tiga gol sepanjang fase grup. Meski menyadari Lamine Yamal dan skuad Spanyol memiliki kolektivitas tim yang sangat kuat, Ronaldo optimistis bisa kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membungkam pihak-pihak yang telah mencoba menjatuhkannya selama 23 tahun terakhir.