Kontroversi VAR yang Menggagalkan Kemenangan Bersejarah Mesir
Federasi Sepak Bola Mesir menegaskan tidak akan tinggal diam atas keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan mereka di babak 16 besar. Mesir sempat unggul 2-0 hingga menit ke-79 sebelum sang juara bertahan, Argentina, membalikkan kedudukan lewat tiga gol telat yang menyakitkan.
Berdasarkan laporan media, Presiden EFA Hany Abo Rida telah mengajukan protes resmi terhadap wasit asal Prancis, Francois Letexier. Sorotan utama tertuju pada dianulirnya gol Mostafa Zico oleh VAR pada menit ke-62, serta penolakan penalti bagi Mesir saat Hamdy Fathy dijatuhkan di kotak terlarang menjelang akhir laga.
Baca Juga
Pakar industri olahraga Simon Chadwick menilai intervensi VAR dalam laga ini justru memicu rasa ketidakadilan dan memengaruhi psikologis pemain. Kritikan senada datang dari deretan legenda sepak bola Inggris seperti Alan Shearer dan Jamie Carragher yang mempertanyakan konsistensi penegakan aturan teknologi tersebut.
Pelatih Hossam Hassan dan kapten Mohamed Salah tak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam mereka di ruang ganti. Kekalahan ini mengakhiri mimpi The Pharaohs di Amerika Serikat setelah hampir menciptakan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah turnamen.