Ritual Unik Emmanuel Petit dan Laga Paling Menegangkan di Piala Dunia 1998
Mantan gelandang timnas Prancis, Emmanuel Petit, membuka kembali memori indah sekaligus menegangkan saat merengkuh trofi Piala Dunia 1998. Di balik kemegahan pesta juara kala itu, Petit ternyata memiliki ritual yang sangat kontras dengan atmosfer stadion. Sesaat sebelum laga final dimulai, ia memilih menyendiri di bangku cadangan sambil mendengarkan opera Mozart dengan volume penuh lewat penyuara jemala miliknya.
Bicara soal laga paling berat, Petit menyebut duel kontra Paraguay di babak 16 besar sebagai momen paling menyiksa fisik dan mental. Cuaca panas ekstrem di Lens membuat staminanya terkuras habis hingga ia kehilangan sekitar tujuh liter cairan tubuh akibat dehidrasi berat setelah laga. Beruntung, gol emas Laurent Blanc menyelamatkan Prancis dari drama adu penalti yang sangat diincar oleh kiper legendaris Paraguay, Jose Luis Chilavert.
Baca Juga
Mantan penggawa Arsenal ini juga mengenang atmosfer ruang ganti yang cair berkat selera humor sang asisten pelatih, Roger Lemerre. Namun, di balik tawa tersebut, Petit tak menampik adanya penyesalan mendalam terkait pencoretan kejam enam rekannya termasuk Nicolas Anelka sesaat sebelum turnamen dimulai. Menurutnya, momen kepulangan rekan-rekannya menggunakan taksi di malam hari adalah salah satu pemandangan paling memilukan yang pernah ia saksikan.
Gol penutupnya ke gawang Brasil yang mengunci kemenangan 3-0 di final diakui Petit sebagai momen yang mengubah hidupnya hingga kini. Menariknya, gol ke-1000 dalam sejarah timnas Prancis itu tercipta berkat umpan matang Patrick Vieira, rekan setimnya di Arsenal. Hingga hari ini, Petit mengaku masih sering dicegat oleh para penggemar di jalanan hanya untuk membicarakan gol bersejarah yang mengukuhkan dominasi Les Bleus tersebut.